Friday, 4 August 2017

Fungsi DRL

Otomotif-Industri : DRL, apa itu DRL ? 

Mungkin masih ada yang masih awam mengenai DRL, kali ini penulis mencoba mengupas mengenai DRL.
DRL merupakan singkatan dari Bahasa Inggris yaitu Daytime Running Light. Atau mungkin kita sering menyebutnya lampu DRL, sedikit kurang tepat sebenarnya karena L pada DRL sendiri itu artinya Lampu ya ? Hehehe.

Lampu ini akan langsung nyala pada saat kunci kontak diputar ke posisi ON. Tujuan utama dari penggunaan lampu ini adalah untuk lebih meningkatan visibilitas pengemudi kendaraan lain akan keberadaan mobil kita, sehingga mobil lain akan lebih waspada terhadap keberadaan mobil kita, dan pada akhirnya adalah mengurangi angka kecelakaan atau meningkatkan keamanan pada mobil kita dan otomatis kita sebagai pengendara. 

Selain fungsi utama terkait Safety tersebut, DRL juga memberikan tampilan yang lebih keren dan stylish pada mobil kita. Sehingga banyak pemilik mobil yang belum terpasang lampu DRL pada mobilnya, mereka banyak yang melakukan modifikasi dengan menambahkan DRL pada mobil kesayangannya.

Pada mobil – mobil modern, keluaran terbaru yang biasanya levelnya menengah ke atas, pasti sudah menggunakan lDRL.DRL ini biasanya menggunakan lampu LED sehingga memang secara tampilan cukup menarik.

Pada awalnya lampu DRL hanya dipakai di Eropa seperti Finlandia, Swedia dan Rusia sebagai pelopor penggunaan DRL ini pada mobil seperti Volvo. Alasannya sebagai fitur keselamatan pertanda mobil disiang hari, karena di Negara tersebut memiliki sinar matahari yang lebih sedikit dibandingkan Negara Asia yang dilewati garis khatulistiwa.
Pancaran cahaya DRL juga dibuat tidak menyilaukan pengendara lain dan letaknya pun di dalam Headlamp. Dan secara otomatis bila sudah malam hari lampu utama dihidupkan DRL akan meredup secara otomatis.
Jadi, apakah DRL mobil anda sudah sesuai dengan fungsinya ?

Tetaplah berkendara dengan Aman – Keep Safety Driving

Friday, 14 July 2017

Nissan - Mitsubishi, Aliansi Baru Otomotif Dunia

Otomotif Industri : Nissan memperkuat Aliansi dengan mengakuisisi 34% saham Mitsubishi Motors



Nissan belum lama ini menyelesaikan proses akuisisi 34% saham Mitsubishi Motors Corporation (MMC) dan menjadi pemegang saham terbesar.

MMC juga akan menjadi bagian Aliansi Global dengan Nissan dan Renault. Dengan tambahan MMC, Aliansi ini akan menjadi Tiga besar Otomotif Grup Global secara volume dengan 10 juta unit pada tahun fiskal 2016.

Chairman dan CEO Nissan Carlos Ghosn mengumumkan bahwa Nissan dan Mitsubishi akan berkolaborasi untuk Join Purchasing, memperbanyak lokalisasi, penggunaan platform mobil yang sama, sharing teknologi dan melakukan ekspansi bersama khususnya pada Negara berkembang.


Kombinasi antara Nissan, Mitsubishi Motors dan Renault akan menjadi kekuatan baru car maker dunia. Ini akan menjadi satu dari tiga besar Otomotif Grup dunia. Dengan skala ekonomi terobosan teknologi dan kemampuan produksi untuk memproduksi kendaraan untuk memberikan pelayanan sesuai permintaan Customer di semua segmen pasar dan semua market secara geografi di seluruh dunia. 
Gosh memprediksi dengan kerja sama MMC dan Nissan akan menargetkan sinergi keuntungan 24 milyar yen pada tahun fiscal 2017 dan menjadi 60 milyar yen pada tahun fiscal 2018 dan seterusnya. Keuntungan tersebut akan berkontribusi pada naiknya nilai saham dengan estimasi 4 yen per saham pada tahun fiscal 2017 dan 10 yen pada tahun fiscal 2018. Dan puncaknya akan menambah link Nissan pada keseluruhan kepemilikan saham Mitsubishi Motors.


Nissan menawarkan bantuan ini atas permintaan dari Presiden dan CEO MMC Mr Osamu Masuko. Dampak dari krisis ekonomi BBM. Kedua perusahaan sudah bekerja sama pada kei-cars untuk pasar Jepang lebih dari 5 tahun. Goshn berkata bahwa kami berkomitmen untuk mem bantu membangun kembali kepercayaan Customer. Ini merupakan prioritas karena kami mengejar sinergi dan pertumbuhan potensial dan hubungan besar kami.

Sebagai bagian dari strategi ini,begitu ungkapan dari Mr Goshn pada suatu acara beberapa waktu yang lalu.