Otomotif Industri : Demi menekan biaya pengembangan mobil, dan juga untuk membuat harga jual mobil lebih kompetitif, produsen mobil berusaha untuk menciptakan beberapa model mobil dari satu platform.
Lalu apa itu platform ?
Platform adalah satu set design dasar sebuah mobil. Sehingga apabila beberapa model mobil menggunakan platform yang sama, maka bagian dasar dari beberapa model tersebut sama.
Lalu apa bagian dasar mobil yang sama ?
Biasanya apabila mobil tersebut menggunakan platform yang sama, maka mobil tersebut memiliki bagian yang sama sebagai berikut :
1. Floorpan yang merupakan dasar sasis dan komponen mekanikal lainnya
2. Wheelbase, yaitu jarak sumbu roda
3. Mekanisme kemudi (Steering)
4. Suspensi depan dan belakang
5. Peletakan dan pemilihan mesin serta komponen power train lainnya
Dengan menggunakan bagian dasar yang sama seperti diatas, maka produsen mobil dapat menekan biaya pengembangan sebuah mobil, sehingga pada ujungnya dapat menjaga harga mobil tetap kompetitif untuk bersaing dengan produsen lainnya.
Dan di Indonesia pun juga terdapat beberapa mobil yang menggunakan platform yang sama. Dan berikut Otomotif Industri, merangkumnya untuk Anda sebagai berikut :
Honda
Brio → Mobilio → BR-V
Jazz → City
Toyota
Agya → Calya
Yaris → Vios → Limo
Daihatsu
Ayla → Sigra
Grand Max → Luxio
Datsun
GO + → GO + Panca
Suzuki
Swift → Ertiga
Mungkin masih ada beberapa model yang belum tertulis di atas. Bagi pembaca yang mengetahuinya mohon dapat dishare pada kolom komentar.
Keep High Spirit
Thursday, 8 September 2016
Monday, 5 September 2016
Produksi VS Sales
Otomotif Industri : Seiring dengan naik turunnya perekonomian di suatu Negara, sudah pasti berpengaruh juga pada daya beli masyarakatnya. Dan dunia otomotif Indonesia pun mengalami naik turun mengikuti naik turunnya prekonomian di Indonesia. Seperti apakah pergerakan dunia otomotif di Indonesia khususnya di sektor roda empat. Berikut kami sajikan data dalam 10 tahun terakhir yaitu 2005 ~ 2010 yang dirangkum dari GAIKINDO.

Selama satu dekade terakhir dunia Otomotif Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan, dari yang hanya 500,710 unit per tahun menjadi 1,098,780 unit pada sisi produksi, dengan begitu dalam satu dekade mengalami kenaikan 119%. Sedangkan di sisi penjualan dari yang hanya 533,917 unit menjadi 1,013,291 unit per tahun pada 2015, dengan kenaikan 90%.
Dengan volume produksi dan penjualan yang mencapai lebih dari 1 juta per tahun Indonesia menjadi kekuatan yang diperhitungkan di Otomotif dunia. Dan di kawasan ASEAN saat ini Indonesia hanya tingal mengejar Thailand untuk menjadi yang nomor satu di kawasan ASEAN.
Demikian informasi yang dapat kami sajikan, dan sampai jumpa.
Selama satu dekade terakhir dunia Otomotif Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan, dari yang hanya 500,710 unit per tahun menjadi 1,098,780 unit pada sisi produksi, dengan begitu dalam satu dekade mengalami kenaikan 119%. Sedangkan di sisi penjualan dari yang hanya 533,917 unit menjadi 1,013,291 unit per tahun pada 2015, dengan kenaikan 90%.
Dengan volume produksi dan penjualan yang mencapai lebih dari 1 juta per tahun Indonesia menjadi kekuatan yang diperhitungkan di Otomotif dunia. Dan di kawasan ASEAN saat ini Indonesia hanya tingal mengejar Thailand untuk menjadi yang nomor satu di kawasan ASEAN.
Demikian informasi yang dapat kami sajikan, dan sampai jumpa.
Monday, 29 August 2016
Fenomena "DUET MAUT"
Otomotif Industri - Fenomena "DUET MAUT" tidak hanya terjadi di dunia DANGDUT, ataupun Sepak Bola, tetapi terjadi pula di dunia otomotif. Dikarenakan hubungan kerja sama ataupun adanya tujuan lainnya, seperti Development Cost Sharing atau lainnya, beberapa produsen otomotif menghadirkan mobil yang sama tetapi dengan merk berbeda. Tentu saja walaupun sama tetapi tidak sepenuhnya sama, untuk membedakan diantara keduanya. Dan yang paling mudah dikenali adalah emblem depannya yang sudah pasti beda.
Fenomena ini bukan hanya terjadi belakangan ini dan di Indonesia, tetapi sudah terjadi lama dan di beberapa negara. Tetapi kali ini Otomotif Industri akan mengulasnya untuk pasar Indonesia.
Seperti kita ketahui belakangan ini di media - media nasional sedang ramai akan hadirnya "DUET MAUT" terbaru Toyota - Daihatsu yaitu Toyota Calya dan Daihatsu Sigra. Setelah sukses dengan Toyota Avanza - Daihatsu Xenia dan Toyota Rush - Daihatsu Terios, serta Toyota Agya - Daihatsu Ayla. Kolaborasi keduanya kembali menghadirkan Toyota Calya- Daihatsu Sigra.
Kali ini "DUET MAUT" mereka akan bermain disegmen LCGC MPV 7 Seater. Dan kerja sama keduanya akan langsung bertarung dengan Datsu - Go yang selama ini bermain seolah tanpa pesaing disegmen LCGC MPV 7 Seater. Dan kolaborasi keduanya diharapkan dapat mengulang sukses "DUET MAUT" sebelumnya.
Sebenarnya fenomena "DUET MAUT" di Indonesia bukan hanya terjadi antara Toyota-Daihatsu, tetapi terjadi pula pada produsen lain walaupun dengan kondisi yang berbeda, sebagai contoh yang selama ini kita ketahui adalah antara Suzuki-Mitsubishi dan Suzuki-Mazda. Seperti kita ketahui selama ini terjadi hubungan baik diantaranya. Kolaborasi Suzuki-Mitsubishi melahirka "DUET MAUT" Suzuki Carry Futura-Mitsubishi Colt T120, serta Suzuki APV - Mitsubishi Maven. Suzuki - Mitsubishi sukses melahirkan Suzuki Carry Futura-Mitsubishi Colt T120 pada era 1900 an. Walaupun tidak dirakit di pabrik yang sama seperti kolaborasi Toyota-Daihatsu tetapi mereka saling supply pada beberapa komponennya. Setelah sukses dengan kolaborasi tersebut, Suzuki-Mitsubishi kembali menghadirkan Suzuki APV - Mitsubishi Maven. Suzuki sukses dengan APV tetapi walaupun sama Mitsubishi kurang beruntung dengan Mavennya.
"DUET MAUT" berikutnya kembali melibatkan Suzuki, kali ini mobil yang dikembangkan oleh Suzuki dan cukup sukses disegmen LMPV yaitu Suzuki Ertiga, juga dipasarkan dengan logo berbeda dan partner kali ini adalah Mazda. Suzuki Ertiga-Mazda VX-1, seolah sebagai high grade dari Suzuki Ertiga, Mazada menambahkan beberapa fitur tambahan pad Ertiga dan menjualnya sebagai Mazda VX-1. Walaupun secara penjualan tidak memberikan efek signifikan, kolaborasi keduanya meramaikan pasar Indonesia.
Patut kita tunggu "DUET MAUT" apalagi yang akan lahir kedepannya. Yang cukup mungkin terjadi adalah "DUET MAUT" LMPV Mitsubishi-Nissan.
Kenapa Mitsubishi-Nissan ? Karena seperti kita ketahui Mitsubishi sedang membangun pabrik di Kawasan Industri Delta Mas - Cikarang, dan salah satu produk yang akan dihadirkan adalah LMPV untuk mencoba peruntunganya di pasar Indonesia. Dan disela waktu pengembangan tersebut, Mitsubishi terjerat kasus manipulasi konsumsi bahan bakar di Jepang, sehingga menjadikan Mitsubishi harus menjual sebagian sahamnya untuk bisa bertahan di industri otomotif. Kita tunggu kehadiran "DUET MAUT" berikutnya. Sampai jumpa.
Kenapa Mitsubishi-Nissan ? Karena seperti kita ketahui Mitsubishi sedang membangun pabrik di Kawasan Industri Delta Mas - Cikarang, dan salah satu produk yang akan dihadirkan adalah LMPV untuk mencoba peruntunganya di pasar Indonesia. Dan disela waktu pengembangan tersebut, Mitsubishi terjerat kasus manipulasi konsumsi bahan bakar di Jepang, sehingga menjadikan Mitsubishi harus menjual sebagian sahamnya untuk bisa bertahan di industri otomotif. Kita tunggu kehadiran "DUET MAUT" berikutnya. Sampai jumpa.
Saturday, 27 August 2016
Data Penjualan Mobil Juli 2016
Jumlah penjualan mobil di Indonesia bulan Juli 2016 mencapai 62,585 unit, mengalami penurunan 32% dibanding bulan Juni yang mencapai 91,471 unit. Tetapi mengalami peningkatan 12.5% dibanding bulan yang sama di tahun 2015 yang hanya 55,618 unit. Ini menunjukkan bahwa trend penjualan mobil di Indonesia akan mengalami
kenaikan di periode Lebaran, dan akan mengalami penurunan di periode
setelah Lebaran. Di bulan ini juga Daihatsu juga berhasil kembali merebut posisi kedua, dengan total penjualan 10,689 unit, dan Honda harus legowo berada di posisi tiga dengan jumlah penjualan 9,308 unit.
Berikut adalah data lengkap penjualan mobil di Indonesia selama Juli 2016.

Berikut adalah data lengkap penjualan mobil di Indonesia selama Juli 2016.
Sunday, 21 August 2016
Mitsubishi XM Concept - Crossover MPV dari Mitsubishi
Di tengah pasar otomotif Indonesia yang tengah menurun, Mitsubishi optimis untuk melanjutkan rencananya membangun pabrik baru di Indonesia. Dan berdasarkan informasi yang beredar di media, kini pembangunannya sudah hampir rampung.
Dari foto dan video di atas, dapat kita lihat bahwa design XM Concept sangat mewakili sebuah mobil masa depan. Dengan design yang futuristik dan elegan. Memang designnya terlihat gagah dan kokoh, tetapi juga memiliki ruang yang lega untuk memuat 7 orang. Dari pengamatan saya di GIIAS, mobil tersebut terlihat gagah dan tinggi dengan menggunakan pelek dari ENKEI dengan ukuran 18 inchi, seperti layaknya mobil SUV. dibalut dengan ban DUNLOP ukuran 225/55/R18, selain itu juga pada mobil yang dipajang di GIIAS, terlihat roda depan dan belakang sudah menggunakan rem cakram. Ini menjadi nilai lebih dari pesaingnya di segmen MPV, tetapi mengarah pada kelas SUV.
Dari fakta di atas maka saya menyimpulkan bahwa selain akan mengambil "KUE" legit kelas MPV, mobil tersebut juga akan merecoki persaingan di kelas Low SUV yang saat ini dihuni oleh BR-V dari Honda, serta si Kembar Terios Rush dari Daihatsu dan Toyota.
Dan sebagai bahan referensi berikut saya sajikan data terkait MPV yang saat ini beredar di pasaran Indonesia. Dengan data XM Concept walaupun belum lengkap karena memang spek produksi massalnya memang belum ada.
Banyak komentar dari pengunjung yang datang di pameran GIIAS, tetapi dari sekian banyak komentar mayoritas pengunjung sangat puas dengan design dan tampilan XM Concept. Dan banyak pula yang berencana untuk mengganti mobilnya saat ini dengan XM Concept. Tetapi dengan catatan tampilan produksi massal sama atau tidak jauh dari konsepnya. Karena banyak juga yang konsepnya sangat bagus tetapi saat produksi massal hasilnya jauh dari harapan. Dan satu lagi yang menjadi poin penting yaitu mengenai harga, karena Mitsubishi Motors menyatakan bahwa XM Concept akan bermain di segmen Low MPV, maka harganya harus seimbang dengan kompetitor yang sudah ada saat ini. Seperti pada tabel atas, kelas tertinggi pada masing - masing merek yaitu dibawah IDR 250 juta.
Jadi, mari kita tunggu kehadiran produksi massal Mitsubishi XM Concept pada tahun depan.
Dan dengan momen yang tepat saat pagelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang digelar pada tanggal 11 ~ 21 Agustus 2016, Presiden sekaligus CEO dari Mitsubishi Motors Corporation sengaja datang ke Indonesia untuk melihat progres pembangunan pabrik baru dan sekaligus memperkenalkan Low MPV baru yang akan bersaing denga pemain yang sudah ada saat ini yaitu si Kembar Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia, Suzuki Ertiga, serta Honda Mobilio.
Jagoan baru Mitsubishi tersebut diberi nama XM Concept. XM sendiri berarti X yaitu Crossover
dan M adalah MPV. Jadi XM Concept ini merupakan perpaduan antara Crossover dan MPV. Mitsubishi menyatakan bahwa mobil tersebut memiliki ketangguhan layaknya mobil Crossover tetapi memiliki kenyamanan sama seperti MPV. Dimana mobil tersebut memiliki tempat duduk 3 baris yang artinya dapat menampung 7 penumpang.
Berikut adalah tampang dari Mitsubishi XM Concept.
dan M adalah MPV. Jadi XM Concept ini merupakan perpaduan antara Crossover dan MPV. Mitsubishi menyatakan bahwa mobil tersebut memiliki ketangguhan layaknya mobil Crossover tetapi memiliki kenyamanan sama seperti MPV. Dimana mobil tersebut memiliki tempat duduk 3 baris yang artinya dapat menampung 7 penumpang.
Berikut adalah tampang dari Mitsubishi XM Concept.
Dari fakta di atas maka saya menyimpulkan bahwa selain akan mengambil "KUE" legit kelas MPV, mobil tersebut juga akan merecoki persaingan di kelas Low SUV yang saat ini dihuni oleh BR-V dari Honda, serta si Kembar Terios Rush dari Daihatsu dan Toyota.
Dan sebagai bahan referensi berikut saya sajikan data terkait MPV yang saat ini beredar di pasaran Indonesia. Dengan data XM Concept walaupun belum lengkap karena memang spek produksi massalnya memang belum ada.
Banyak komentar dari pengunjung yang datang di pameran GIIAS, tetapi dari sekian banyak komentar mayoritas pengunjung sangat puas dengan design dan tampilan XM Concept. Dan banyak pula yang berencana untuk mengganti mobilnya saat ini dengan XM Concept. Tetapi dengan catatan tampilan produksi massal sama atau tidak jauh dari konsepnya. Karena banyak juga yang konsepnya sangat bagus tetapi saat produksi massal hasilnya jauh dari harapan. Dan satu lagi yang menjadi poin penting yaitu mengenai harga, karena Mitsubishi Motors menyatakan bahwa XM Concept akan bermain di segmen Low MPV, maka harganya harus seimbang dengan kompetitor yang sudah ada saat ini. Seperti pada tabel atas, kelas tertinggi pada masing - masing merek yaitu dibawah IDR 250 juta.
Jadi, mari kita tunggu kehadiran produksi massal Mitsubishi XM Concept pada tahun depan.
Subscribe to:
Posts (Atom)


